b-detik I Anakku…
Besok lusa Engkau akan punya beberapa hari. Hari yang lain. Sebuah
perjalanan antar kota. Antar propinsi. Jadi backpacker! woow
kereeennnnn. Perjalanan yang akan menjadi kesan. Kenangan seumur hidup.
Jadi Pengalaman yang akan membangun karakter seperti apa dirimu kelak
Perjalanan lusa, sungguh mengharu biru. Ini pertama melepas Ananda ke
kota yang jauh. Biasanya bareng Abi, kini Ananda sudah punya dunia
sendiri. Ananda akan berangkat teman sekelas, bareng Ibu dan Bapak Guru
ke Kota Gudeg.
Yang jelas itu jadi hari dimana Ananda tanpa gadget di tangan. tanpa bisa apdet status. Tanpa bisa berkicau. Nggak ada komen atau retwit . Mungkin akan jadi kiamat kecil bagi Ananda.
“omaigat! sehari nggak ngetwit? apa kata dunia….?????#%&^$%^% Damn!” begitu barangkali Ananda berucap…
Tapi tahukah , Anakku?
Ternyata gadget sudah merampas sebagian WAKTU Anannda. Dalam sehari berapa jam dihabiskan bareng hape? Katakanlah dua jam. Dua jam itu HIDUP, Anakku. Bukan sekedar waktu, ya BUKAN sekedar waktu
Hidup Ananda sebenarnya BUKAN pada saat On Line. Tapi justru saat off line. Itulah saat bersama ayah dan bunda. Bareng adik-adik. Bareng teman-teman Ananda. Saat ngobrol, bercanda dan tertawa. Saat bergandengan tangan. Makan bersama. Berdiskusi, bertengkar, berkelahi, berlari bersama, atau saling kejar-kejaran
itulah MOMEN MANUSIA, Anakku…. bukan momen gadget
Bacalah pendapat para pakar. Tentang media sosial itu. Tentang fesbuk dan twitter itu. Dan, bacalah dengan seksama. Apa katanya? Ternyata, tanpa disadari Fesbuk dan Twitter sudah MERAMPAS KEMANUSIAAN kita!
Ananda tidak setuju?
Mungkin Ananda akan bilang:
“ Massssa siiiih!? walau fesbukan, kita kan tetap gaul. Jalan-jalan, ngobrol,belajar”
“walaupun twitteran, tetap membaca Quran, belajar IPA, Bahasa inggris, juga tahfidz!”
yap, mungkin Ananda akan protes, menyangkal dan mengatakan : “iihhh, Abi NGGAK GAUL deh”
hmmm… berarti Ananda memang sudah mulai ketagihan. Apapun suatu benda yang sudah membuat muncul rasa kehilangan, mati gaya, bete, bingung, galau tanpa kehadirannya, ia sudah jadi candu. NAnti nasibnya sama dengan kecanduan rokok, atau narkoba!
“iiih ngeri! masak siiiy?? nggak gitu amat kaleee?” Ya, sekarang mungkin belum terasa. Tapi bahwa Ananda ingin terus pegang hape sudah jadi peringatan. Coba rembug bareng anak-anak sekelas sepakati bersama, agar ada hari tanpa GADGET. Agar gadget itu tak jadi TUHAN baru. Agar Ananda jadi “anak alam” sejati. Mencintai semesta dengan jiwa yang utuh.
Anakku, Nikmatilah kota Jogja tanpa harus berbagi segera…
Ingat-ingatlah suasananya, kotanya. Juga orang-orangnya, budayanya. Nikmatilah dengan segenap jiwa dan raga, tanpa disibukkan ketak ketik di gadget. Biar yang jeprat jepret Bapak dan Ibu Guru saja…
Ya…nikmatilah backpacking nanti, hayati Kota Jogja yang eksotik itu tanpa perlu ribet dengan gadget…
Sumber : Republika.co.id
Sumber : Republika.co.id

0 komentar:
Posting Komentar