
Tahun 1945, Jepang terlibat perang Dunia Kedua.
penyerangan Jepang atas pelabuhan Pearl Harbour di Amerika telah
membuat pemerintah Amerika memutuskan untuk menjatuhkan bom atom
pertama kali dalam sebuah peperangan.

Ketika
bangunan di sekitarnya hampir rata dengan tanah, Masjid Muslim Kobe
tetap berdiri tegak. Masjid ini hanya mengalami keretakan pada dinding
luar dan semua kaca jendelanya pecah. Bagian luar masjid menjadi agak
hitam karena asap serangan bom. Tentara Jepang yang berlindung di
basement masjid selamat dari ancaman bom, begitu juga dengan
senjata-senjata yang disembunyikannya. Masjid ini kemudian menjadi
tempat pengungsian korban perang.

Sekolah yang hancur
akibat perang kembali direnovasi dan beberapa bangunan tambahan pun
mulai dibangun. Umat Islam kembali menikmati kegiatan-kegiatan
keagamaan mereka di Masjid Muslim Kobe.
Krisis keuangan sering
menghampiri kas komite masjid. Pajak bangunan yang tinggi membuat
komite masjid harus mengeluarkan cukup banyak biaya dari kasnya.
Beruntung, banyak donatur yang siap memberikan uluran tangannya untuk
menyelesaikan masalah keuangan pembangunan dan renovasi masjid ini.
Donasinya bahkan bisa membuat Masjid Muslim Kobe menjadi semakin
berkembang.

Para
ahli menyebutkan bahwa gempa itu disebabkan oleh tiga buah lempeng
yang saling bertabrakan, yaitu lempeng Filipina, lempeng Pasifik, dan
lempeng Eurasia. Meski hanya berlangsung 20 detik, namun gempa ini
memakan korban jiwa sebanyak 6.433 orang, yang sebagian besar merupakan
penduduk kota Kobe. Selain itu gempa Kobe juga mengakibatkan
kerusakan besar kota seluas 20 km dari pusat gempa.
Gempa bumi
besar Hanshin-Awaji merupakan gempa bumi terburuk di Jepang sejak
Gempa bumi besar Kanto 1923 yang menelan korban jiwa 140.000 orang.
Namun hingga kini masjid Kobe tetap berdiri kokoh dan tegak, seakan
tidak tergoyahkan meski didera berbagai bencana. Semoga dakwah Islam
di Jepang setegar masjid ini.
Sumber : berita-unik.net
Sumber : berita-unik.net
0 komentar:
Posting Komentar