Kematian Sudono Salim atau Lim Soe Liong telah meninggalkan kenangan kepada banyak orang, termasuk mereka yang pernah menjadi pengkritiknya karena kedekatan pendiri kerajaan bisnis Salim Grup tersebut dengan penguasa Orde Baru, Presiden Soeharto.
Seperti sudah diketahui, Kerajaan Bisnis Om Liem, begitu Sudono Salim atau Liem Soe Liong di sapa, yang menjadikannya orang terkaya Indonesia di masa Orde Baru, bahkan pernah menjadi orang terkaya ke-25 di Asia Tenggara, tidak bisa dilepaskan karena kedekatan dan fasilitas yang didapatkannya dari Presiden Soeharto.
Todung Mulya Lubis, advokat senior dan salah satu aktivis Hak Asasi Manusia (HAM) yang kritis terhadap kekuasaan otoriter Orde Baru dibawah kepemimpinan Presiden Soeharto, merupakan salah satu tokoh yang memberikan apresiasi karena kehebatan Om Liem membangun kerajaan bisnisnya.
“Jatuh bangunnya Om Liem bergandengan dengan jatuh bangunnya Soeharto. Terlepas dari semua itu, Om Liem sukses membangun kerajaan bisnisnya” kata Todung melalui akun ‘twitter-nya’ yang terpantau iposnews.com, Minggu, (10/6/2012) malam.
Todung menilai, “Om Liem adalah sosok pengusaha yang selalu dilihat secara kontroversial. Dia menjadi personifikasi konglemerasi sukses di jaman Soeharto”.
Sebelumnya, Om Liem dikabarkan meninggal dunia dalam usia 95 tahun di Singapura, Minggu (10/6/2012), pukul 15.50 waktu setempat.
Om Liem lahir di Tiongkok, 16 Juli 1916. Ia menikahi Lie Las Nio (Lilani) dan memiliki empat orang anak masing-masing Albert, Andre Halim, Anthony Salim, dan Mira. Sejumlah usaha berhasil dirintisnya.
Ia merupakan pendiri dan pemilik Central Bank Asia pada tahun 1957 yang kemudian menjadi Bank Central Asia (BCA) pada tahun 1960. Ia juga mendirikan pendiri dan pemilik Grup Salim, PT Bogasari Flour Mill, PT Mega, Bank Windu Kencana, PT Hanurata, PT Indocement, Indofood, dan PT Waringin Kencana.
Om Liem pelopor yang hebat
Sementara itu, Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Suryo Bambang Sulisto, menilai Om Liem, merupakan seorang pengusaha nasional yang telah berhasil membangun dan mengembangkan bisnis di sejumlah sektor usaha.
Sementara itu, Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Suryo Bambang Sulisto, menilai Om Liem, merupakan seorang pengusaha nasional yang telah berhasil membangun dan mengembangkan bisnis di sejumlah sektor usaha.
“Pak Sudono Salim adalah tokoh dan pelopor dunia usaha Indonesia yang hebat, yang telah dapat membangun empire atau kerajaan bisnis yang begitu dominan dalam berbagai sektor,” sebut Suryo kepada Kompas.com, Minggu (10/6/2012) malam, seperti yang terpantau iposnews.com.
Suryo menyebutkan, almarhum Om Liem, memang dekat dengan mantan Presiden Soeharto. Ia disebut memiliki hubungan khusus dengan Soeharto. Ia mengatakan, memang banyak orang yang dekat dengan rezim orde baru, tetapi tidak semua memiliki kemampuan membangun bisnis yang besar. Sudono dinilai Suryo telah berhasil menciptakan ratusan ribu lapangan kerja.
“Apapun, kita tidak dapat memungkiri bahwa Indonesia telah kehilangan seorang entrepreneur atau wirausahawan yang hebat yang memiliki visi bisnis yang sampai saat ini mungkin sulit ditandingi. Selamat jalan Pak Sudono Salim,” pungkas Suryo.
Tempat pemakaman masih didiskusikan keluarga
Pihak keluarga hingga pukul 20.00 WIB Minggu malam masih membahas tempat peristirahatan terakhir atau pemakaman bagi almarhum Om Liem.
Pihak keluarga hingga pukul 20.00 WIB Minggu malam masih membahas tempat peristirahatan terakhir atau pemakaman bagi almarhum Om Liem.
“Masih dibahas keluarga langsung. Tunggu yang resmi saja,” kata Senior Liasion Manager PT Bintan Inti Industrial Estate, Jamin Hidajat, di Singapura, Minggu malam, seperti yang diinformasikan Antaranews yang terpantau iposnews.com.
“Belum ada keputusan apakah jenazah Liem akan dikremasi, dimakamkan, di mana dan kapan,” kata Jamin Hidayat.

0 komentar:
Posting Komentar