Diberdayakan oleh Blogger.

Latest Post

Tampilkan postingan dengan label dunia islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label dunia islam. Tampilkan semua postingan

Alhamdulillah, Pramugari EgyptAir Sekarang Berjilbab

Written By Kopi Miracle on Minggu, 11 November 2012 | 22.09


Sejak EgyptAir terbang pertama kali pada 1932, tak ada satu pun pramugari yang berjilbab. Sekarang, mereka mulai mengenakan jilbab seperti wanita Mesir pada umumnya untuk lebih mencerminkan negara Islam.

Pramugari EgyptAir pertama yang mengenakan jilbab terbang dari Kairo menuju Jeddah, Arab Saudi, Sabtu (10/11) lalu. Hal ini cukup revolusioner, mengingat EgyptAir tak pernah punya pramugari berjilbab sejak beroperasi tahun 1932.

Saat Presiden Hosni Mubarak berkuasa sampai awal 2011 lalu, jilbab adalah tabu bagi wanita yang bekerja di beberapa institusi seperti televisi dan maskapai nasional. Tapi setelah dipilihnya Presiden Mohamed Morsi pada Juni 2012, para wanita di kedua institusi tersebut sedikit demi sedikit mulai mengenakan jilbab. Seperti para wanita lain di Mesir, yang mayoritas menganut agama Islam.

Dilansir dari Sydney Morning Herald, Senin (12/11/2012), pihak EgyptAir membolehkan para pramugari mereka untuk mengenakan jilbab. Pihak EgyptAir juga telah mengontrak perusahaan asing untuk mendesain jilbab dan topi pramugari untuk para pekerja mereka. Ada sekitar 250 pramugari yang ingin mengenakan jilbab, dari 900 perempuan yang bekerja di EgyptAir.

Bulan September lalu, seorang penyiar wanita menjadi yang pertama kali mengenakan jilbab di stasiun televisi nasional. Jilbab itu menutupi rambut dan lehernya. Nah, kita tunggu saja seluruh pramugari EgyptAir mengenakan jilbab.

sumber detik.com

Benarkah Prancis Bakal jadi Negara Islam?


Tak aneh kalau para Uskup di lingkungan Katolik, yang belum lama ini berkumpul, di Roma menjadi sangat resah dengan pertumbuhan Muslim di negeri mode itu. Begitu gelisahnya para Uskup Katolik, yang melihat pertumbuhan agama Katolik, yang terus menyusut terus menerus setiap tahunnya.

Sementara itu, jauh diatas perbukitan dan hutan yang lebat, kota Burgundy, yang terletak di Perancis tengah, sebuah lembaga yang tidak lazim di negara sekuler itu, lahir sekolah,  "Imam Perancis". Di mana para mahasiswanya sesudah lulus akan melaksanakan kegiatan dakwah dan melayani populasi  Muslim terbesar di negara itu.

Pagi-pagi, sekitar 200 mahasiswa dari seluruh negara mode itu, mereka pergi  ke Institut Eropa Human Sciences de Saint-Leger-de-Fougeret, di mana mereka belajar membaca dan menghafal Quran dan belajar nilai-nilai aqidah Islam dan sastra Arab.


Setelah tujuh tahun mereka belajar secara intensif, dan  hanya 10 siswa yang lulus setiap tahun, kemudian mereka menjadi imam atau khatib, serta berkhotbah di masjid-masjid di seluruh Perancis. Sekolah ini didirikan karena di Perancis sangat dirasakan kurangnya imam dan khatib, yang mendidik Muslim di negeri mode memahami Islam.

Perkiraan jumlah pemeluk Islam di seluruh Perancis berdasarkan statistik, jumlah  mencapai 6,0 juta. Ini merupakan jumlah Muslim terbesar di benua Eropa. Langkah mendidik dan melatih imam dan khatib itu, menjadi sangat mendesak, mengingat jumlah populasi Muslim di seluruh Perancis terus meningkat.

Memang, hubungan antara Pemerintah Perancis dengan imigran Muslim, yang sekarang sudah memasuki generasi kedua atau ketiga, dan mereka umumnya  banyak dari Afrika Utara, semakin penting. Gerakan dakwah di seantero Perancis semakin marak,sekalipun pemerintah terus mengawasi mereka dengan berbagai dalih, yang selalu dikaitkan dengan isu terorisme.

Tidak dapat dipungkiri beberapa kalangan muda Muslim mulai tergoda oleh pandangan kelompok jihadis, dan Perancis menerapkan larangan yang kontroversial terhadap perempuan mengenakan cadar. Larangan menggunakan cadar ini telah  menimbulkan ketegangan antara pemerintah Perancis dengan Muslim di negara itu.Sekalipun, selama sembilan tahun terakhir, pemerintah Perancis  mendorong pelatihan tenaga imam dan khatib secara profesional dari para pemimpin agama setempat.Menteri Dalam Negeri yang baru, Manuel Valls, mendukung kegiatan yang diselenggarakan oleh Muslim, yaitu sekolah imam dan khatib. Namun, pemerintah sangat hati-hati mengakui mereka yang telah lulus menjadi imam dan khatib.


Sebenarnya, inisiatif ini  sudah ada sejak 20 tahun lalu, ketika Organisasi Uni  Islam di Perancis, yang memiliki hubungan dekat dengan Ikhwanul Muslimin. Organisasi ini melakukan pelatihan disaat menjelang lliburan sekolah atau musim panas. Banyak sudah imam dan khatib yang lulus dari sekolah ini. Semuanya itu, merupakan kerjasama antara Uni Muslim Perancis dengan Ikhwanul Muslim. Tujuannya adalah melatih para imam yang dilengkapi "dengan pengetahuan Islam dan realitas sosial-budaya Eropa."


Idenya adalah memberikan alternatif untuk perekrutan orang-orang asing yang akan menjadi imam, yang sering tidak bisa berbahasa Perancis dan memiliki sedikit  pengetahuan dari gaya hidup Perancis.


"Pelatihan imam yang merupakan produk dari masyarakat Perancis sangat penting. Hari ini 70 persen Muslim Perancis tidak berbicara bahasa Arab," kata lembaga itu Direktur Zuhair Mahmoud.


Awalnya sekolah ini dibiayai oleh negara-negara Teluk, dan sekolah sangat bergantung pada bantuan biaya, karena membutuhkan dana sekitar 3.400 Euro ($ 4.400) per tahun, yang akan digunakan biaya akomodasi dan pemondokan.

"Sejak saya masih kecil saya telah bermimpi untuk menjadi seorang imam," kata Wahib, 18 thaun,  yang tidak ingin memberikan nama terakhirnya. Wahib mengatakan sudah, "tujuh tahun yang tidak ada hibah", cetusnya.

Nampak hampir semua siswa laki-laki berjenggot, dan perempuan semua mengenakan jilbab. Para wanita dapat mengikuti 20 jam kursus dalam seminggu, dan mereka para Muslimah itu, nantinya akan menjadi  mubalighah, dan da'iyah,yang mengajarkan anak-anak perempuan di Perancis.

Ada seorang siswa tidak ingin memberikan nama terakhirnya, lahir di Maroko dan sekarang tinggal di Nice di Perancis selatan. Dia mengambil kursus selama dua tahun dan kini telah meninggalkan keluarganya untuk "memperdalam pengetahuan tentang Islam" dan "jika saya berhasil, menjadi imam."

"Ini panggilan saya," katanya. "Saya akan senang untuk menyampaikan pengetahuan tentang Islam  kepada orang lain", cetusnya. Ada sekitar 10 orang di kelasnya. Mereka mendengarkan pengajara tafsir surat Quran, atau bab, sebagai bagian dari kursus nilai-nilai Islam, memasuki tahun ketiga, yang juga mencakup pengenalan hukum Perancis.Mereka kemudian membacakan ayat dari Al-Quran.


"Menjadi imam, itu belum pernah terjadi selama 33 tahun", ujar seorang peserta kepada AFP. "Ini adalah tanggung jawab yang nyata, kita harus perlindungan." Dia menyesalkan fakta bahwa "imam moderat diabaikan oleh orang-orang di tengah krisis identitas."


Secara tradisional, jemaah akan memilih imam mereka, yang menjalankan tugasnya sebagai relawan. Mereka memimpin di masjid-masjid besar dapat memperoleh uang sebesar € 1.500 ($ 1.950) per bulan. Mereka diklasifikasikan sebagai pendidik atau guru, tetapi tidak pernah sebagai imam.

Perlahan-lahan Islam dan Muslim di Perancis terus mengukir sejarah di tengah-tengah kehidupan sekuler di Perancis, dan kuatnya sikap phobi terhadap Islam, yang dihembuskan para musuh-musuh Islam di negeri mode itu.

Dikutip dari www.voa-islam.com

Arab Saudi Puasa Ramadhan Besok Jum'at, Pemerintah RI Puasa Sabtu

Written By Kopi Miracle on Kamis, 19 Juli 2012 | 07.46

Komite ulama kerajaan Arab Saudi, sudah menetapkan 1 Ramadan 1433 Hijriyah, bertepatan dengan kalendar masehi, Jumat (20/7/2012) besok.

Sejumlah negara Islam, dan di Eropa, Amerika, Afrika, dan beberapa negara di Asia, juga merujuk ketetapan kerajaan Arab Saudi.

Anggota Dewan Ulama Senior Kerajaan Arab Saudi, Sheikh Abdullah Al-Manie, seperti dilansir Arab News dan kantor  berita Arab Saudi (Saudi Press Agency)  mengumumkan, awal puasa atau waktu menahan (imaskiyah) serentak dimulai hari Jumat (20/7/2012).

Selain awal Ramadan, seperti tahun-tahun sebelumnya, ulama kerajaan juga melansir 1 Syawal 1433 (Idul Fitri), jatuh pada Sabtu 18 Agustus 2012, dan Idul Adha 26 Oktober 2012.

Senior Kerajaan Arab Saudi mengumumkan bulan puasa Ramadhan tahun ini akan dimulai pada Jumat 20 Juli 2012 dan Idul Fitri hari Ahad 19 Agustus 2012.

Sementara itu, pemerintah Indonesia menetapkan masuknya bulan Ramadhan 1433 H jatuh pada pada Sabtu (21/7/2012). Adanya beberapa saksi yang melihat hilal di lokasi ru'yatul hilal di Cakung, Jakarta Timur seolah tak dianggap oleh pemerintah.

"Hilal tidak bisa dilihat oleh karenanya 1 Ramadhon 1433 Hijriah jatuh pada hari Sabtu, 21 Juli 2012 Masehi," kata Menteri Agama Suryadharma Ali pada Sidang Isbat yang digelar di Kementerian Agama, Kamis (19/7/2012) malam

 Sumber : voa-islam.com

Lajnah Falakiyah PBNU Ragukan Hasil Pemantauan Hilal Cakung

 Lajnah Falakiyah PBNU Ragukan Hasil Pemantauan Hilal Cakung

Ketua Lajnah Falakiyah PBNU KH A Ghazalie Masroeri meragukan hasil pemantauan hilal yang dilakukan di Cakung, Jakarta Timur.

Pasalnya, tim pemantauan hilal di Cakung, Jakarta Timur mengakui melihat hilal pada pukul 17.53 sampai 17.56 WIB. Ada sejumlah saksi yang mengaku melihat hilal. Bahkan, para saksi itu juga telah disumpah oleh hakim dari Pengadilan Agama Jakarta Timur.

'' Lajnah Falakiyah PBNU, mempertanyakan bagaimana mungkin di Cakung bisa melihat hilal, padahal pada jam itu wilayah Jakarta belum masuk waktu Maghrib. Saya meragukan kesahihah hasil pemantauan di Cakung,'' ujar KH A Ghazalie.

Selain itu, Lajnah Falakiyah PBNU juga meragukan peralatan dan tempat yang digunakan untuk pemantauan. ''Peralatan seadanya dan tempatnya hanya berlantai tiga,'' papar KH A Ghazalie.

Lajnah Falakiyah PBNU menegaskan pihaknya juga melakukan pemantauan di dua gedung tinggi di Jakarta, namun tak melihat hilal.

''Saya minta agar hakim yang menyumpah dipanggil dan perlu diperingatkan,'' katanya.

Dua ormas yakni Front Pembela Islam dan An-Najat Al-Islamiyah menerima hasil pemantauan di Cakung. Sehingga, kedua ormas itu menetapkan awal Ramadhan 1433 H pada Jumat (20/7).

Sumber : Republika.co.id

Anda Diabetesi? Jangan Khawatir Berpuasa

Written By Kopi Miracle on Senin, 16 Juli 2012 | 20.39


Anda Diabetesi? Jangan Khawatir Berpuasa

Marhaban ya Ramadhan.  Bulan suci yang dinanti sebentar lagi tiba.  Bagi Anda para penderita Diabetes Melitus (DM) atau diabetesi tidak perlu khawatir bahwa kondisi kesehatan Anda dapat membuat puasa tidak maksimal.

Ini Dia Cara Cegah Dehidrasi Selama Puasa

Sebagian besar tubuh manusia terdiri atas air. Fungsinya adalah untuk memperlancar metabolisme di dalam tubuh dan mendukung pertumbuhan sel.

Innalillah, sedikitnya 37 warga muslim kembali dibantai di Rastan dan Suriah, termasuk seorang wanita dan kelima anaknya

Written By Kopi Miracle on Minggu, 15 Juli 2012 | 23.16

Belum lagi reaksi atas pembantaian di Turaimisah yang menewaskan lebih dari 300 warga sipil muslim berhenti, militer rezim Suriah kembali mempertontonkan kebiadabannya.

Sepenggal Kisah Zinedine Zidane di Tanah Suci

Written By Kopi Miracle on Sabtu, 14 Juli 2012 | 08.41

Banyak pemain sepak bola beragama Islam yang mencapai puncak karier di berbagai liga Eropa. Namun ketenaran tidak membuat pesepak bola Muslim lupa dengan agamanya. Meski mereka bertabur prestasi dan publisitas di tengah gemerlapnya budaya Eropa, namun mereka malah rindu untuk bisa dekat dengan Sang Pencipta.

TRIK MENGETAHUI JUZ DI HALAMAN AL QUR'AN

Written By Kopi Miracle on Jumat, 13 Juli 2012 | 21.05


Assalamu'alaikum kepada para pembaca situslakalaka sekalian. Ada tips yang sangat menakjubkan dari Al Quran. Hanya untuk Al-Quran yang standard saja. Oke mari kita lihat bersama . .

Inilah Dosa Yang Lebih Hebat Daripada Berzina

PADA suatu senja yang lenggang, terlihat seorang wanita berjalan terhuyung-huyung. Pakaiannya yang serba hitam menandakan bahwa ia berada dalam duka cita yang mencekam.

Dahsyatnya Proses Sakaratul Maut

Written By Kopi Miracle on Selasa, 03 Juli 2012 | 21.15

"Demi Allah, seandainya jenazah yang sedang kalian tangisi bisa berbicara sekejab, lalu menceritakan (pengalaman sakaratul mautnya) pada kalian, niscaya kalian akan melupakan jenazah tersebut, dan mulai menangisi diri kalian sendiri". (Imam Ghozali mengutip atsar Al-Hasan).

Datangnya Kematian Menurut Al Qur'an :
  1. Kematian bersifat memaksa dan siap menghampiri manusia walaupun kita berusaha menghindarkan resiko-resiko kematian.
    Katakanlah: "Sekiranya kamu berada di rumahmu, niscaya orang-orang yang telah ditakdirkan akan mati terbunuh itu ke luar (juga) ke tempat mereka terbunuh". Dan Allah (berbuat demikian) untuk menguji apa yang ada dalam dadamu dan untuk membersihkan apa yang ada dalam hatimu. Allah Maha Mengetahui isi hati. (QS Ali Imran, 3:154)
  2. Kematian akan mengejar siapapun meskipun ia berlindung di balik benteng yang kokoh atau berlindung di balik teknologi kedokteran yang canggih serta ratusan dokter terbaik yang ada di muka bumi ini.
    Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendati pun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh, dan jika mereka memperoleh kebaikan, mereka mengatakan: "Ini adalah dari sisi Allah", dan kalau mereka ditimpa sesuatu bencana mereka mengatakan: "Ini (datangnya) dari sisi kamu (Muhammad)". Katakanlah: "Semuanya (datang) dari sisi Allah". Maka mengapa orang-orang itu (orang munafik) hampir-hampir tidak memahami pembicaraan sedikit pun? (QS An-Nisa 4:7 8)
  3. Kematian akan mengejar siapapun walaupun ia lari menghindar.
    Katakanlah: "Sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan". (QS al-Jumu'ah, 62: 8)
  4. Kematian datang secara tiba-tiba.
    Sesungguhnya Allah, hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang Hari Kiamat; dan Dia-lah Yang menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang ada dalam rahim. Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya besok. Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal. (QS, Luqman 31:34)
  5. Kematian telah ditentukan waktunya, tidak dapat ditunda atau dipercepat|
    Dan Allah sekali-kali tidak akan menangguhkan (kematian) seseorang apabila datang waktu kematiannya. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. (QS, Al-Munafiqun, 63:11)
Dahsyatnya Rasa Sakit Saat Sakaratul Maut
Sabda Rasulullah SAW : "Sakaratul maut itu sakitnya sama dengan tusukan tiga ratus pedang" (HR Tirmidzi)
Sabda Rasulullah SAW : "Kematian yang paling ringan ibarat sebatang pohon penuh duri yang menancap di selembar kain sutera. Apakah batang pohon duri itu dapat diambil tanpa membawa serta bagian kain sutera yang tersobek ?" (HR Bukhari)
Atsar (pendapat) para sahabat Rasulullah SAW .
Ka'b al-Ahbar berpendapat : "Sakaratul maut ibarat sebatang pohon berduri yang dimasukkan kedalam perut seseorang. Lalu, seorang lelaki menariknya dengan sekuat-kuatnya sehingga ranting itupun membawa semua bagian tubuh yang menyangkut padanya dan meninggalkan yang tersisa".
Imam Ghozali berpendapat : "Rasa sakit yang dirasakan selama sakaratul maut menghujam jiwa dan menyebar ke seluruh anggota tubuh sehingga bagian orang yang sedang sekarat merasakan dirinya ditarik-tarik dan dicerabut dari setiap urat nadi, urat syaraf, persendian, dari setiap akar rambut dan kulit kepala hingga kaki".
Imam Ghozali juga mengutip suatu riwayat ketika sekelompok Bani Israil yang sedang melewati sebuah pekuburan berdoa pada Allah SWT agar Ia menghidupkan satu mayat dari pekuburan itu sehingga mereka bisa mengetahui gambaran sakaratul maut. Dengan izin Allah melalui suatu cara tiba-tiba mereka dihadapkan pada seorang pria yang muncul dari salah satu kuburan. "Wahai manusia !", kata pria tersebut. "Apa yang kalian kehendaki dariku? Limapuluh tahun yang lalu aku mengalami kematian, namun hingga kini rasa perih bekas sakaratul maut itu belum juga hilang dariku."
Proses sakaratul maut bisa memakan waktu yang berbeda untuk setiap orang, dan tidak dapat dihitung dalam ukuran detik seperti hitungan waktu dunia ketika kita menyaksikan detik-detik terakhir kematian seseorang. Mustafa Kemal Attaturk, bapak modernisasi (sekularisasi) Turki, yang mengganti Turki dari negara bersyariat Islam menjadi negara sekular, dikabarkan mengalami proses sakaratul maut selama 6 bulan (walau tampak dunianya hanya beberapa detik), seperti dilaporkan oleh salah satu keturunannya melalui sebuah mimpi.
Rasa sakit sakaratul maut dialami setiap manusia, dengan berbagai macam tingkat rasa sakit, ini tidak terkait dengan tingkat keimanan atau kezhaliman seseorang selama ia hidup. Sebuah riwayat bahkan mengatakan bahwa rasa sakit sakaratul maut merupakan suatu proses pengurangan kadar siksaan akhirat kita kelak. Demikianlah rencana Allah. Wallahu a'lam bis shawab.
Sakaratul Maut Orang-orang Zhalim
Imam Ghozali mengutip sebuah riwayat yang menceritakan tentang keinginan Ibrahim as untuk melihat wajah Malaikatul Maut ketika mencabut nyawa orang zhalim. Allah SWT pun memperlihatkan gambaran perupaan Malaikatul Maut sebagai seorang pria besar berkulit legam, rambut berdiri, berbau busuk, memiliki dua mata, satu didepan satu dibelakang, mengenakan pakaian serba hitam, sangat menakutkan, dari mulutnya keluar jilatan api, ketika melihatnya Ibrahim as pun pingsan tak sadarkan diri. Setelah sadar Ibrahim as pun berkata bahwa dengan memandang wajah Malaikatul Maut rasanya sudah cukup bagi seorang pelaku kejahatan untuk menerima ganjaran hukuman kejahatannya, padahal hukuman akhirat Allah jauh lebih dahsyat dari itu.
Kisah ini menggambarkan bahwa melihat wajah Malakatul Maut saja sudah menakutkan apalagi ketika sang Malaikat mulai menyentuh tubuh kita, menarik paksa roh dari tubuh kita, kemudian mulai menghentak-hentak tubuh kita agar roh (yang masih cinta dunia dan enggan meninggalkan dunia) lepas dari tubuh kita ibarat melepas akar serabut-serabut baja yang tertanam sangat dalam di tanah yang terbuat dari timah keras.
Itulah wajah Malaikatul Maut yang akan mendatangi kita kelak dan memisahkan roh dari tubuh kita. Itulah wajah yang seandainya kita melihatnya dalam mimpi sekalipun maka kita tidak akan pernah lagi bisa tertawa dan merasakan kegembiraan sepanjang sisa hidup kita.
Alangkah dahsyatnya sekiranya kamu melihat di waktu orang-orang yang zalim (berada) dalam tekanan-tekanan sakratulmaut, sedang para malaikat memukul dengan tangannya, (sambil berkata): "Keluarkanlah nyawamu". Di hari ini kamu dibalas dengan siksaan yang sangat menghinakan, karena kamu selalu mengatakan terhadap Allah (perkataan) yang tidak benar dan (karena) kamu selalu menyombongkan diri terhadap ayat-ayat-Nya. (QS Al-An'am 6:93)
(Yaitu) orang-orang yang dimatikan oleh para malaikat dalam keadaan berbuat lalim kepada diri mereka sendiri, lalu mereka menyerah diri (sambil berkata); "Kami sekali-kali tidak mengerjakan sesuatu kejahatan pun". (Malaikat menjawab): "Ada, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang telah kamu kerjakan". Maka masukilah pintu-pintu neraka Jahanam, kamu kekal di dalamnya. Maka amat buruklah tempat orang-orang yang menyombongkan diri itu. (QS, An-Nahl, 16 : 28-29)
Di akhir sakaratul maut, seorang manusia akan diperlihatkan padanya wajah dua Malaikat Pencatat Amal. Kepada orang zhalim, si malaikat akan berkata, "Semoga Allah tidak memberimu balasan yang baik, engkaulah yang membuat kami terpaksa hadir kami ke tengah-tengah perbuatan kejimu, dan membuat kami hadir menyaksikan perbuatan burukmu, memaksa kami mendengar ucapan-ucapan burukmu. Semoga Allah tidak memberimu balasan yang baik ! " Ketika itulah orang yang sekarat itu menatap lesu ke arah kedua malaikat itu.
Ketika sakaratul maut hampir selesai, dimana tenaga mereka telah hilang dan roh mulai merayap keluar dari jasad mereka, maka tibalah saatnya Malaikatul Maut mengabarkan padanya rumahnya kelak di akhirat. Rasulullah SAW pernah bersabda, "Tak seorangpun diantara kalian yang akan meninggalkan dunia ini kecuali telah diberikan tempat kembalinya dan diperlihatkan padanya tempatnya di surga atau di neraka".
Dan inilah ucapan malaikat ketika menunjukkan rumah akhirat seorang zhalim di neraka, "Wahai musuh Allah, itulah rumahmu kelak, bersiaplah engkau merasakan siksa neraka". Naudzu bila min dzalik!
Sakaratul Maut Orang-orang Yang Bertaqwa
Sebaliknya Imam Ghozali mengatakan bahwa orang beriman akan melihat rupa Malaikatul Maut sebagai pemuda tampan, berpakaian indah dan menyebarkan wangi yang sangat harum.
Dan dikatakan kepada orang-orang yang bertakwa: "Apakah yang telah diturunkan oleh Tuhanmu?" Mereka menjawab: "(Allah telah menurunkan) kebaikan". Orang-orang yang berbuat baik di dunia ini mendapat (pembalasan) yang baik. Dan sesungguhnya kampung akhirat adalah lebih baik dan itulah sebaik-baik tempat bagi orang yang bertakwa, (yaitu) surga Adn yang mereka masuk ke dalamnya, mengalir di bawahnya sungai-sungai, di dalam surga itu mereka mendapat segala apa yang mereka kehendaki. Demikianlah Allah memberi balasan kepada orang-orang yang bertakwa. (yaitu) orang-orang yang diwafatkan dalam keadaan baik oleh para malaikat dengan mengatakan (kepada mereka): "Assalamu alaikum, masuklah kamu ke dalam surga itu disebabkan apa yang telah kamu kerjakan". (QS, An-Nahl, 16 : 30-31-32)
Dan saat terakhir sakaratul mautnya, malaikatpun akan menunjukkan surga yang akan menjadi rumahnya kelak di akhirat, dan berkata padanya, "Bergembiaralah, wahai sahabat Allah, itulah rumahmu kelak, bergembiralah dalam masa-masa menunggumu".
Wallahu a'lam bish-shawab.
Semoga kita yang masih hidup dapat selalu dikaruniai hidayah-Nya, berada dalam jalan yang benar, selalu istiqomah dalam keimanan, dan termasuk umat yang dimudahkan-Nya, selama hidup di dunia, di akhir hidup, ketika sakaratul maut, di alam barzakh, di Padang Mahsyar, di jembatan jembatan Sirath-al mustaqim, dan seterusnya.
Allahumma Amin..

Sumber : Arrahmah.com

Azarbaijan Pindah Sholat Jumat ke Hari Lain

Written By Kopi Miracle on Minggu, 01 Juli 2012 | 08.26

Azarbaijan Pindah Sholat Jumat ke Hari Sabtu
B-DETIK/ Komite Nasional Bagian Urusan Agama Republik Azarbaijan memerintahkan kepada para khatib masjid diseluruh penjuru Negara untuk melaksanakan shalat Jumat kemarin, diganti Sabtu (30/06) hari ini.
Alasan pemindahan tersebut karena dinilai mengganggu jam kerja, karena hari Jumat di Azarbaijan termasuk hari kerja resmi negara.
Menurut pemerintah Azarbaijan, pemindahan shalat Jumat ke hari Sabtu diharapkan dapat mengurangi kinerja para pegawai dan pekerja pemerintah.
Libur resmi pemerintah Azarbaijan adalah hari Sabtu dan Minggu, yang memungkin bagi pegawai pemerintah tidak terganggu jam kerjanya.
Menanggapi alasan pemerintah, khatib Masjid Masyhadi Dodosh, H Shahin Hasanali mengatakan, pemindahan tersebut dinilai sebuah sentimen politik belaka.
“Pemerintah khawatir shalat Jumat menjadi ajang pendidikan politik yang bisa mencoreng wibawa pemerintah. Yang namanya sholat Jumat tidak bisa dipindah hari,” ujarnya.
Republik Azarbaijan adalah negara kecil yang mayoritas penduduknya beragama Islam. Dilaporkan, jumlah komunitas muslim disana mencapai 90% dari total keseluruhan warganya.
Kedekatan rezim yang berkuasa dengan Israel, menyebabkan kebijakan-kebijakan pemerintah cenderung anti Islam.
 
Hingga kini, warga muslim Azarbaijan masih memperjuangankan hak-hak kaum muslimah untuk mengenakan jilbab
Sumber : populerkan.com

Kisah Pemain Newcastle Temukan Islam

Written By Kopi Miracle on Jumat, 29 Juni 2012 | 19.45

Ini Kisah Pemain Newcastle Temukan Islam

B-DETIK/ Hatem Ben Arfa memiliki catatan kelam dalam kisah hidupnya ketika melakukan pencarian terhadap Islam. Gelandang serang Newcastle United itu mengungkapkan, ia hampir bergabung dengan kelompok agama yang radikal.

Yang dimaksudnya dengan radikal adalah menjadi pengikut gerakan sufi di Kota Lyon ketika masih memperkuat klub tersebut. Ia merintis karier sejak bergabung dengan Lyon junior pada 2002 hingga 2008, sebelum pindah ke Marseille hingga hijrah ke Liga Primer Inggris dua tahun lalu.

Ketika dalam kebimbangan, Ben Arfa sempat bergabung dengan kelompok itu dan mendapat indoktrinasi hingga "hampir terputus dari seluruh dunia." Ben Arfa remaja melakukan itu lantaran merasa tidak dicintai ayahnya hingga harus melakukan pelarian demi mendapatkan kasih sayang dari pihak lain.

Bintang Les Bleus keturunan Tunisia, kelahiran Paris itu mengatakan kepada surat kabar Prancis L'Equipe: "Ayah tidak pernah mencintai saya dan saya dianggap sebagai anak bermasalah."

Karena itu, pencarian Islam mengantarkannya kepada kelompok Islam ekstrem. Ia dipaksa untuk mencium kaki salah seorang sheikh, pimpinan para sufi.

Namun karena egonya memberontak, ia tidak membiarkan keadaan itu terus membelenggunya. "Saya memang rentan waktu itu, tapi saya memiliki idealisme terhadap agama," kata Ben Arfa. "Saya memilih menjadi pengikut Islam moderat saja."

Sumber : Republika.co.id

Diembargo, Hasil Minyak Iran Malah Melonjak

Diembargo, Hasil Minyak Iran Malah Melonjak

B-DETIK/ Ali Vaez, pengamat dari International Crisis Group menyatakan bahwa meski sanksi Barat, tingkat pendapatan Iran dari sektor minyak bahkan lebih tinggi dibandingkan akhir tahun 1990.

Fars News melaporkan,Vaez dalam wawancaranya dengan The Guardian, mengimbau Barat untuk menurunkan harapan terkait efektivitas sanksi-sanksi mereka. Dikatakannya, meski sanksi-sanksi itu akan menurunkan tingkat penjualan minyak Iran hingga separuh dari volume sebelumnya, namun langkah tersebut tidak akan efektif.

Vaez berpendapat bahwa sanksi dan embargo Barat hanya akan "mempengaruhi" perekonomian Iran, namun tidak akan mampu "melumpuhkannya."

"Bahkan jika seandainya tingkat ekspor minyak Iran akan berkurang hingga separuh, namun pendapatan minyak Iran pada tahun 2012 lebih banyak dari total pendapatan minyak pada era kepresidenan Khatami [akhir tahun 1990]," tegasnya.

Menurutnya, Barat harus menurunkan ekspektasi mereka terhadap efektivitas sanksi dan lebih bersikap realistis dalam hal ini untuk mengubah perhitungan langkah mengenai program nuklir Iran.

Sumber : Republika.co.id

Ada Apa Sebenarnya di dalam Ka'bah? Ini Jawaban Buat Anda

Ada Apa di Dalam Ka'bah? Inilah Jawabannya 

B-DETIK/ Tak sembarang orang yang bisa memasuki Ka'bah. Oleh sebab itu, banyak yang bertanya, apa sebenarnya yang ada dalam Ka'bah itu ? Apa benar dalam Ka'bah masih tersimpan berhala-berhala zaman dulu sebagaimana yang dituduhkan kaum perusak Islam?

Sebagaimana yang diperlihatkan dokumenter Kerajaan Arab Saudi, isi dalam Ka'bah hanya berupa ruangan kosong. Bahagian dalam Ka'bah terdapat tiga pilar dari kayu gaharu terbaik. Panjang satu pilar sekitar seperempat meter atau setengah meter berwarna campuran antara merah dan kuning. Ketiga pilar ini berjejer lurus dari utara ke selatan.

Pada awal abad ini (tahun 2000-an), bagian bawah ketiga pilar retak yang kemudian diperbaiki dengan diberi kayu melingkar di sekelilingnya. Ketiga pilar ini dibuat atas inisiatif Abdullah ibn Al Zubair tiga abad yang lalu. Meski demikian, ketiganya masih tetap kokoh hingga saat ini.

Atap dalam Ka'bah penuh dengan ukiran-ukiran mengagumkan, selain diberi lampu-lampu indah yang terbuat dari emas mumi dan dari per­hiasan-perhiasan indah lainnya. Lantai Ka'bah dibuat dari batu pualam putih.

Dinding Ka'bah bagian dalam dibalut dengan batu pualam war­na-warni dan dihiasi dengan ukiran bergaya Arab. Terdapat tujuh papan yang menempel di dinding ini yang bertuliskan nama-nama orang yang pernah merenovasi atau menambahkan sesuatu yang batu di dalam Ka'bah atau Masjidil Haram.

Dikatakan bahwa tembok Syadzarwan adalah bangunan tambahan pada Ka'bah yang dikerjakan oleh kaum Quraisy. Menurut mazhab Syafi'i dan Maliki, tembok Syadzarwan termasuk bagian Ka'bah, sehingga jamaah haji yang bertawaf harus berada di luarnya. Pendapat sebaliknya dikatakan oleh mazhab Hanafi. Menurut mereka, tembok Syadzarwan bukan merupakan bagian Ka’bah.

Adapun mazhab Hanbali memilih berada di antara dua pendapat di atas. Menurut mereka, menjauhi tembok itu sangat dianjurkan, tetapi seandainya jamaah melakukan tawaf di dalamnya maka tawafnya tetap sah dan tidak sampai rusak.

Yang jelas, belum diketahui secara pasti kapan pertama kali tembok Syadzarwan dibangun. Setiap kali Masjidil Haram dipugar, tempat-tempat di sekitarnya juga dipugar. Yang pasti, tembok Syadzarwan mengalami pemugaran pada tahun 542 H, 636 H 660 H, dan 1010 H.

Sumber : Republika.co.id
Foto : Musiron (Republika)
 

Presiden Mursi Sumbangkan Gajinya untuk Rakyat dan Minta Kurangi Mobil Pengawalan

Written By Kopi Miracle on Rabu, 27 Juni 2012 | 09.14

B-DETIK/ Tak lama setelah menjabat Presiden Mesir, Dr Muhammad Mursi menyatakan tidak akan menerima gajinya dan akan menyerahkannya untuk kepentingan rakyat dan negara.
Wakil Ketua Partai Kebebasan dan Keadilan, sayap politik Jamaah Ikhwanul Muslimin, Dr Isham El-Uryan menyatakan bahwa presiden Mesir terpilih, Dr Muhammad Mursi akan menyumbangkan seluruh gajinya untuk kepentingan Mesir.
Dalam program acara 90 menit yang dipandu oleh wartawan Amr El-Laitsi di TV Al-Mihwar, El-Uryan juga menegaskan bahwa Dr Muhammad Mursi menunjukkan antusiasnya yang besar terhadap persatuan nasional dalam membentuk kebinet dan pemerintahan koalisi baru yang berisi orang-orang yang memiliki kapabilitas. Sampai saat ini, pembicaraan soal itu terus berlangsung.
Hal lainnya, sebuah sumber pejabat di kepresidenan Mesir menegaskan, Mursi juga meminta kepada mereka yang ingin mengucapkan selamat kepada dirinya agar tidak memuatnya di media massa dan cukup menyampaikannya melalui kartu ucapan selamat. Ia menganjurkan agar dana iklan ucapan selamat itu lebih baik disumbangkan kepada kepentingan rakyat yang membutuhkan.
Situs berita Bawwabatul Ahram menyebutkan, Mursi akan melakukan sumpah jabatan di depan Mahkamah Konstitusi pada Sabtu depan kemudian dilanjutkan dengan pelantikan sebagai Presiden Mesir. Di hari yang sama, Dewan Militer akan menyerahkan pemerintahan secara resmi kepada Mursi.
Minta Kurangi Mobil Pengawal Presiden
Selain itu, saat pertama kali  masuk istana, presiden dari Ikhwanul Muslimin ini meminta kepada Badan Keamanan Nasional untuk mengurangi jumlah mobil pengawalan untuk mencegah kemacetan dan agar tidak mengganggu lalu lintas.
Harian Al-Misri Al-Yaum yang melansir dari sumber keamanan Mesir menegaskan, bahwa Presiden Mursi selama kunjungannya ke istana Senin lalu meminta kepada elit-elit keamanan Mesir mengurangi prosedur keamanan kepresidenan dan mengurangi jumlah mobil pengawalannya.
Sumber keamanan menambahkan, presiden terpilih yang pernah berkunjung ke Aceh (2005) tak lama pasca tsunami di Provinsi Nad, itu mengatakan kepada elit keamanan yang mengawalnya, “Saya tidak ingin rakyat membenciku karena mobil yang mengawal presiden.”
Sumber juga menegaskan bahwa Mursi dan keluarga sampai saat ini menolak untuk tinggal di istana dan lebih memilih masih tinggal di rumahnya.

Sumber : salam-online.com

Ternyata Yahudi Saat ini Bukanlah Turunan Bani Israel

Written By Kopi Miracle on Selasa, 26 Juni 2012 | 07.28

B-DETIK/ Saat ini, apakah anda mengetahui siapakah mereka yang di sebut dengan yahudi? Apa latar belakang mereka, bagaimana niat mereka untuk kuasai dunia? , berikut tulisan Ahmad Thomson, berkebangsaan Inggris, dan beliau seorang mualaf , memberikan gambaran secara jelas siapa itu yahudi.

Yahudi, yang diduga merupakan keturunan bani Israel yang menolak Isa dan Muhammad, (semoga rahmat dan kesejahteraan dilimpahkan kepada mereka), dimana penolakan mereka tersebut berlanjut hingga kini, terbagi dalam dua kelompok yaitu kaum Sephardim dan kaum Ashkenazim. Jumlah kaum Ashkenazim jauh lebih banyak dari kaum Sephardim. Asal usul mereka sangat berbeda satu sama lainnya.

Kaum Sephardim, pada umumnya adalah Yahudi yang sejak zaman dahulu telah tinggal di Afrika Utara, Timur Tengah dan Eropa Tenggara. Dan pada suatu masa mereka juga pernah tinggal di Spanyol pada zaman muslim berkuasa disana (711 A.D- 1609 A.D), namun mereka dimusnahkan ataupun terpaksa melarikan diri pada saat pendudukan Kristiani Trinitas pada tahun 1492 A.D.

Setelah ini sesungguhnya tidak ada lagi kaum Sephardim yang tinggal di Spanyol, dan banyak dari mereka yang tinggal di Afrika Utara, Timur Tengah dan Eropa Tenggara dikenal sebagai Yahudi yang berasal dari Spanyol ataupun keturunannya bukan sebagai keturunan Yahudi yang tinggal di wilayah tersebut diatas sejak zaman Musa dan Isa ataupun pada masa sebelumnya dari suku bani Israel.

Sangatlah jelas bahwa asli dari ‘Yahudi Spanyol’ adalah orang-orang yang bermigrasi dari Eropa tenggara, Timur tengah dan Afrika Utara selama pemerintahan muslim di Spanyol-namun seperti yang akan kita lihat nanti, Insya Allah-kemungkinan beberapa Yahudi dari Spanyol bukanlah imigran Sephardic dari timur, melainkan Yahudi Ashknazi dari Utara. Sejak saat itu Yahudi Ashknazi dikenal sebagai Yahudi bukan keturunan bani Israel, namun keturunan dari ‘Yahudi Spanyol’ bukan Yahudi Sephardic-walaupun pada masa ini mereka dikenal dengan nama tersebut.

Ashkenazi pada umumnya adalah Yahudi dari abad ke delapan dan seterusnya tinggal di Eropa dan terakhir di Amerika. Tidak dapat disangkal bahwa Yahudi Ashkenazi bukanlah keturunan bani Israel asli. Arthur Koestler menyebut mereka, ‘bani yang ke tiga belas’ dalam bukunya

Singkatnya, kisah Ashkenazi adalah sebagai berikut:
Pada abad ketujuh A.D. terdapat suku Turky yang dikenal kaya dan mempunyai kekuasaan yang besar di sekitar laut mati dan laut Kaspia. Mereka dikelilingi oleh Kristiani Eropa dari utara, dan oleh Muslim dari selatan. 

Untuk menjaga keamanan kerajaan mereka, dan untuk alasan kebijaksaan politik semata dan bukanlah alasan-keagamaan-pemimpin mereka memutuskan bahwa seluruh suku Khazar harus menganut agama Yahudi, dengan alasan Kristiani Eropa tidak akan mengganggu mereka jika mereka menyembah Tuhan, begitu juga kaum muslimin akan memperlakukan mereka sebagai ‘ahli kitab’, dan juga tidak akan mengganggu mereka.

Alasan lainnya, jika mereka memilih Kristiani atau Muslim, tentunya mereka akan terlibat di dalam pertikaian yang sudah ada diantara Kristiani Eropa dan Muslim-sehingga memilh agama Yahudi adalah jalan yang paling aman bagi mereka.

Michael Rice menggaris bawahi asal usul dan sejarah Khazars di dalam bukunya Keturunan Palsu, dalam kalimat berikut

Khazar adalah salah satu suku Turki yang pindah kearah barat sebagai konsekuensi dari adanya tekanan besar di Asia, dimulai dengan menetap di sebelah Utara kerajaan Byzantine, dalam pertengahan abad pertama millennium AD. Kedatangan mereka disebabkan oleh adanya invasi Mongol. Khazar pertama kali muncul di Rusia Selatan, di wilayah antara Kaukasus, Don dan Volga; kemudian mereka mulai memperlihatkan sifat nomadennya dan mulai berusaha untuk mendapatkan kedudukan di dalam pemerintahan.

Khazar, suku ini hidup dengan makmur. Akibatnya Byzantin dan kerajaan Muslim mulai tertarik dengan mereka dan pada kenyataannya tidaklah mudah bagi satu sama lainnya untuk melakukan komunikasi. Kedua kekuatan ini baik kristiani Eropa maupun Muslim sama-sama menekan kaum penyembah berhala ini (Khazar) untuk menerima ajaran agama mereka yang masing-masing meyakini bahwa agama merekalah yang paling benar.

Kaum Khazar dikenal sebagai orang-orang yang pandai, yang sangat cemas akan kondisi yang ada sehingga mereka tidak memilih salah satu agama baik dari Kristiani Eropa maupun dari Muslim.Karena jika mereka memilih salah satu dari kekuatan besar ini, artinya mereka akan mengasingkan kekuatan yang lain. Sehingga Khazar mulai mencari solusi untuk memecahkan masalah ini. Solusi tersebut adalah dengan menganut agama Yahudi dengan harapan bisa menghindarkan tekanan dari kedua kekuatan besar mereka.

Khazar melakukan penelitian secara mendalam agama apakah yang dapat diterima oleh kedua kekuatan besar Kristiani dan Muslim sebagai agama yang terhormat dimana masalah ini tertulis di dalam Korespondensi Khazar. Didalam korespondensi Khazar ini dilaporkan bahwa utusan Muslim yang datang kepada mereka untuk merubah agama mereka menjadi Islam, mereka mengajukan pertanyaan, ‘ Agama mana yang anda lebih hargai, Yahudi atau Kristiani? Tanpa ragu-ragu Muslim menjawab agama Yahudi.

Sebaliknya mereka juga bertanya kepada kaum Byzantin, yang mempromosikan agama Kristen orthodox, ‘Agama mana yang anda lebih hargai, Yahudi atau Islam? Kaum Kristiani dengan serentak menjawab, ‘ Yahudi’. Oleh karena keputusan segera dibuat dan Khazars resmi menjadi Yahudi.

Karena itulah dalam waktu relatif singkat, seluruh khazar menjadi Yahudi, walaupun tidak ada satupun nenek moyang mereka yang pernah tinggal di tanah suci, dan tidak ada satupun dari mereka yang berasal dari keturunan bani Israel yang mendapatkan ajaran Musa secara langsung.

Sangat jelas bahwa kelompok Yahudi Eropa ini tidak pernah dapat mengakui bahwa mereka mempunyai garis keturunan dengan Yahudi yang pernah tinggal di tanah suci ataupun disekitarnya. Mereka sesungguhnya mempunyai posisi yang sama dengan kaum Kristen Eropa, yang menjadi Kristen karena agama dan ketaatan terhadap agama, namun bukan keturunan Kristen dari bani Israel yang pernah tinggal di tanah suci ataupun disekitarnya.

Selanjutnya, seperti lazimnya agama Kristen di Eropa yang sangat jauh dari ajaran Isa yang asli, begitu juga ajaran agama Yahudi yang dipeluk oleh Khazar bukanlah ajaran asli Musa.
 
Sumber : Situslakalakareturn.blogspot.com

Di Belakang Setiap Pria Hebat Selalu Ada Wanita Hebat

Written By Kopi Miracle on Senin, 25 Juni 2012 | 09.35



B-DETIK/ Thomas Wheeler, CEO Massachusetts Mutual Life Insurance Company, dan istrinya sedang menyusuri jalan raya antarnegara bagian ketika menyadari bensin mobilnya nyaris habis. Wheeler segera keluar dari jalan raya bebas hambatan itu dan tak lama kemudian menemukan pompa bensin yang sudah bobrok dan hanya punya satu mesin pengisi bensin. Setelah menyuruh satu-satunya petugas di situ untuk mengisi mobilnya dan mengecek oli, dia berjalan-jalan memutari pompa bensin itu untuk melemaskan kaki.

Ketika kembali ke mobil, dia melihat petugas itu sedang asyik mengobrol dengan istrinya. Obrolan mereka langsung berhenti ketika dia membayar si petugas. Tetapi ketika hendak masuk ke mobil, dia melihat petugas itu melambaikan tangan dan dia mendengar orang itu berkata, “Asyik sekali mengobrol denganmu.”

Setelah mereka meninggalkan pompa bensin itu, Wheeler bertanya kepada istrinya apakah dia kenal lelaki itu. Istrinya langsung mengiyakan. Mereka pernah satu sekolah di SMA dan pernah pacaran kira-kira setahun.

“Astaga, untung kau ketemu aku,” Wheeler menyombong. “Kalau kau menikah dengannya, kau jadi istri petugas pompa bensin, bukan istri direktur utama.”

“Sayangku,” jawab istrinya, “Kalau aku menikah dengannya, dia yang akan menjadi direktur utama dan kau yang akan menjadi petugas pompa bensin.” (The Best Of Bits & Pieces, satu dari 71 Kisah dalam Buku Chicken Soup For The Couple’s Soul)

Kisah diatas memberikan satu hikmah kepada kita bahwa banyak manusia yang menjadi manusia sukses karena dukungan dari wanita yang menjadi istrinya, dan sebaliknya, tidak sedikit juga lelaki yang jatuh dan hancur oleh karena wanita yang dinikahinya itu.

Sungguh, pernikahan adalah upaya penyatuan dua kekuatan yang jika kita berhasil melakukannya maka keberhasilan pun akan kita raih, meski harus terlebih dulu –dan juga memakan waktu yang tidak sebentar- melewati berbagai halangan menghadang. Setiap debu berkali-kali menerpa bening mata kita sehingga membuat suram jalan terbentang dihadapan, ombak yang tak jarang dengan tiba-tiba menerjang mahligai rumah tangga, badai dan angin yang meliuk-liuk mengintai dan siap menghantam kokohnya bangunan cinta yang tersusun indah dalam bingkai perkawinan. Sungguh, jika bukan karena keberhasilan memadukan dua kekuatan yang dimiliki kedua insan pasangan suami istri, mungkin pernikahan hanyalah tinggal cerita.

Dan satu tonggak kokoh yang membuat kaki-kaki ini tetap berdiri melangkah bersama menyusuri perjalanan berumah tangga selama sekian puluh, bahkan sekian ratus tahun hingga Allah menetapkan kehendaknya, adalah rasa syukur dan penerimaan yang tulus terhadap sebuah hati dan jiwa yang Allah berikan untuk dipasangkan dengan kita. Sebuah qalbu indah yang begitu ikhlas menjalin kebersamaan melakukan semuanya berdua dengan kita sehingga bersamaan dengan itu, Allah pun menurunkan ketenangan, kebahagiaan dan kasih sayang (sakinah, mawaddah dan rahmah) menyertai dua hati yang menyatu itu.

Cinta, saling percaya, pengorbanan, dan berbagai tonggak lainnya seolah menjadikan biduk rumah tangga sepasang suami istri akan tetap oleng diterjang badai jika tak memiliki tonggak yang satu ini. Oleh karena itu percayalah, apapun yang kita dapatkan, kita miliki, segala keberhasilan, kesuksesan dan segala yang menjadi kebanggaan kita saat ini, bukanlah semata upaya diri sendiri. Bukankah seharusnya kita bersyukur karena Allah telah menganugerahkan sebuah jiwa yang juga begitu kuat mendorong kita dari dalam rumah, dari pembaringan dalam kamar tidur, dari meja makan, untuk bisa menjulang ke atas.

Jika pun kesuksesan itu teraih semasa sebelum kita menikah, bukankah pula seharusnya kita bersyukur karena Allah telah menghadirkan satu hati suci untuk hidup berdampingan dengan kita bukan karena ketampanan, atau kegemilangan kita. Sehingga kemudian, hatinya tidak sombong, juga tidak kikir dan bakhil. Kekasih hati yang seperti ini jugalah yang tetap menjaga hati kita untuk melihat kebawah dan mengulurkan tangan kepada yang lemah. Bersyukur pulalah, karena hatinya yang begitu bersih –yang Allah berikan untuk kita- tidak membuat kita lupa diri yang bisa-bisa menghancurkan dan membuat kita terjatuh dari puncak kejayaan. Dia senantiasa mengingatkan kita ketika khilaf mulai terobsesi dengan kepuasan dunia, dia yang juga menarik kaki ini dari lingkar batas-batas jurang keserakahan harta, dan dengan sekuat tenaganya yang lemah, dia juga berusaha menahan tubuh kita yang terkadang tanpa disadari sudah berada di pintu kesombongan, sehingga kita pun terluput dari murka Allah.

Sungguhpun ada sebagian pasangan yang harus menjalani rumah tangganya diatas lembar-lembar kekurangan, kesederhanaan dan jalinan keprihatinan. Tetaplah bersyukur karena Allah masih memberikan satu harta yang tak ternilai harganya, yakni satu mutiara yang tetap berdiri merapat dengan ikhlasnya menjalani kekurangan, kesederhanaan dan keprihatinan bersama kita. Jiwa yang begitu kuat untuk tidak tergoda dan iri dengan kegemerlapan tetangganya, bahkan terkadang ia lebih kuat dari kita sendiri, sehingga pancaran kekuatannya itulah yang membantu kita tetap berdiri. Semakin prihatin dan sulitnya kita mengarungi hidup, semakin merapat tubuhnya kepada kita. Sungguh, jangan pernah mengira bahwa kesengsaraan anda hanyalah karena anda menikah dengannya.

Adakah yang pernah menyesali pernikahan? Mungkin terlalu pahit untuk menerima kenyataan rumah tangga yang tidak terdapat didalamnya kebahagiaan, ketenangan dan kasih sayang. Kegetiran sekejap melanda batin ini tatkala biduk cinta yang dibangun tak sekuat yang direncanakan, bahwa hempasan ombak yang menerjang tak sebesar yang dibayangkan, sehingga kita pun tidak siap menerima setiap cobaan, sehingga tidak sedikit rajutan kasih sayang yang terurai berserakan. Namun, bukankah pula dari balik semua itu, Allah memberikan kita hikmah yang begitu mendalam, bahwa ada manusia yang menjadi baik dengan anugerah kebaikan dan ada manusia yang diuji kebaikannya dengan kepahitan dan kegetiran agar ia tetap menjadi baik. Selain itu, Allah yang Maha Adil dan Maha Kasih juga sudah memberi anda pelajaran tentang makna hidup lebih dari orang lain yang tidak pernah mengalami kegagalan, meski tidak jarang manusia tidak mau menerima kenyataan itu. Wallahu a’lam bishshowaab. (Bayu Gautama)

Sumber : Eramuslim.com

Siapkah Anda Kehilangan Suami???

B-DETIK/ Betul! Judul itu ditujukan khusus untuk kaum ibu. Kaum yang secara kejiwaan, umumnya amat rentan bila harus kehilangan suami. Entah ditinggal mati suami atau karena kasus perceraian. Konon peristiwa yang paling memukul perasaan seorang wanita adalah, ketika ia harus kehilangan orang yang dicintainya. 

Kasus seorang lelaki yang mengalami shock berat lantaran kehilangan istri, barangkali terbilang langka. Jika betul ada seorang suami ditinggal minggat istri misalnya, mungkin ia hanya akan mengatakan, "Biarin aja. Emang gue pikirin!" 

Ada anggapan, seorang laki-laki ditinggal mati istri, hampir tak begitu menimbulkan persoalan besar. Jarang peristiwa itu sampai mengakibatkan guncangan bathin yang hebat pada laki-laki. Kecuali barangkali bagi mereka yang memiliki kenangan amat dalam dengan isteri mereka. Boleh jadi lantaran itulah muncul anekdot yang cukup akrab di kalangan kaum perempuan: "Ah, laki-laki sama! Sebelum kuburan isterinya kering, pasti ia sudah kawin lagi."

Tentu tidak selamanya asumsi itu benar. Anekdot tersebut hanya sebuah penggambaran, betapa beratnya bagi seorang wanita jika harus kehilangan suami. Tapi bahwa peristiwa seorang wanita bakal ditinggal mati suami, atau sebaliknya, hal itu adalah sebuah keniscayaan. Sesuatu yang aksiomatik. 

Tinggal masalahnya sekarang, bagaimana seorang istri harus menyadari bahwa hal itu pasti terjadi pada siapapun. Hanya sayangnya kaum ibu umumnya, jarang menghayati peristiwa yang tak pernah diharapkan, tapi pasti bakal datang itu. Tak pelak hal ini menjadi persoalan laten yang relatif cukup serius bagi kaum wanita tentunya. 

Perpisahan apapun namanya, terlebih dengan orang yang kita cintai, pasti tak pernah kita harapkan. Apalagi harus berpisah dengan suami. Bahkan jika mungkin kita ingin suami berada di sisi kita selamanya. Tapi realitas kehidupan selalu mengajarkan kita, bahwa "tamu tak diundang" bernama kematian itu acapkali datang secara mengejutkan. 

Sebut saja kisah Abdul Rozaq (40). Istrinya tak pernah menyangka laki-laki yang dicintai itu direnggut maut dengan cara mengenaskan. Subuh hari ia pamit keluar untuk membeli bahan-bahan roti. Tapi sebelum kesampaian niatnya, mobil Hijet yang dikemudikannya dihajar sebuah truk besar hingga meremukkan batok kepalanya. 

Jauh sebelum itu, Naimullah, seorang wartawan Harian Sinar Pagi mengalami nasib serupa. Ketika itu, Naimullah pamit pada istri dan anak-anaknya untuk shalat Jum'at. Tapi lama ditunggu hingga malam hari, tak kunjung pulang. Besoknya aparat menemukan jasad bapak tiga orang anak itu terbujur bersimbah darah dalam sebuah mobil.

Ilustrasi itu mungkin terlalu menakutkan. Tapi tidak, ini sebuah fakta yang harus kita jadikan ibroh. Sebab apapun yang namanya perpisahan (karena kematian atau perceraian) akan selalu menyisakan guncangan mental bagi pelakunya. Penelitian para psikolog anak dan keluarga membenarkan, betapa sulitnya kondisi seorang ibu di masa-masa pasca perpisahan. 

Mereka para ahli menuturkan, betapa pelik dan sukarnya para ibu menjawab dan menjaga kondisi bahtera keluarga yang kehilangan nakhodanya. Ibu-ibu, kata mereka, akan kehilangan retorika komunikasi untuk menjelaskan satu kalimat: "Ayah sudah tidak ada...!" Kondisi itu diperburuk oleh berbagai persoalan yang menuntut sikap dan jawaban yang tak boleh ditunda. Sebab sekali seorang ibu menunda tanpa strategi, jelas akan membawa dampak yang tidak baik terhadap anak. 

Betul, siapa yang bisa melarang dan membantah jika wanita membayangkan indah dan nikmatnya pernikahan? Bahwa menikah itu indah, kita tak akan menafikan premis itu. Tapi apakah mereka juga menyadari bahwa hanya melulu membayangkan keindahan tanpa memahami esensi pernikahan, terkadang bisa membawanya pada petaka?

Kenapa? Karena bayangan indah itu akan membawanya ke dunia persepsi yang rawan: menyenangi asesori tanpa memahami esensi. 

Apapun lapangan kehidupan, di sektor publik maupun domestik, adalah lahan ujian. Tak terkecuali pernikahan tentunya. Ia adalah arena ujian. Kadang kita diuji dengan kesenangan. Tapi adakalanya ujian itu mencekam. Ibarat berlayar di tengah laut, kerap angin dan cuaca begitu indah dan bersahabat menggerakkan bahtera kita. Namun sekali waktu tanpa kita harapkan, secara mendadak hujan dan badai memporakporandakan seisi bahtera. Begitulah hidup.

Allah mengingatkan hal itu; 
"Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan kebaikan dan keburukan sebagai ujian (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan." (QS 21:35).

Begitu banyak wanita yang mengalami shock ketika harus kehilangan suaminya. Yakni mereka yang mungkin hanya memandang pernikahan adalah asesori. Mulus perjalanannya dan menyenangkan, tanpa gangguan. Tapi ketika tiba-tiba ia harus dihadapkan pada kenyataan, suaminya meninggalkannya (untuk sementara atau selama-lamanya) jiwanya terguncang. Ia tak mau menerima kenyataan pahit itu. 

Syukur-syukur guncangannya tak terlalu lama. Tapi bila berlangsung konstan? Ini yang berbahaya. Ia mungkin akan berupaya memenuhi fantasi-fantasi tentang indahnya berumah-tangga sebagaimana pernah dialami bersama suaminya. Jika ini yang terjadi, seseorang bisa terjebak pada sekadar ingin melampiaskan fantasinya tanpa memandang rambu-rambu agama. Ia akan terjebak pada dunia asesori tanpa keinginan untuk memahami esensi. 

Pernahkah kita mencoba menyelami kisah seorang Siti Hajar yang amat monumental itu? Ketika ia ditinggal suaminya Ibrahim 'alaihis salam, di padang tandus terpencil dengan bayi merah yang masih berada dalam gendongannya. "Wahai kakanda, benarkah engkau akan pergi meninggalkan kami sendiri?" tanya wanita itu lirih. Ibrahim hanya mengangguk pelan, seraya pergi menjauhi istri dan anaknya.

Ibunda Hajar jelas penasaran dan cemas, lalu menghambur mengejar suaminya. "Benarkah yang menyuruhmu Allah?" desak wanita sholihat itu sekali lagi. "Benar!" jawab Ibrahim. 

"Kalau ini perintah Allah, pasti Allah tidak akan menyia-nyiakan kami," ujar Siti Hajar mantap. Lantas perasaan cemas itupun berubah jadi tenang dan pasrah. Wanita sholihat itu tidak lagi merengek setelah memahami esensi misi suaminya. Ini tidak lain karena ia sangat mengerti bahwa pertalian cinta antara dia dengan suaminya karena Allah semata. Dengan kata lain, ia telah menukik ke dalam esensi, bukan menggayut pada asesori.

Memang, Islam tak melarang seseorang untuk melampiaskan duka atas sebuah musibah, apapun jenisnya. Termasuk menangisi kehilangan suami. Tapi jangan terus larut dalam perasaan tanpa berpikir rasional dan proporsional. Bahwa masalah-masalah baru menyangkut kelangsungan keluarga perlu segera dipikirkan. Sehingga Rasulullah saw pernah melarang wanita ke kuburan, ketika para wanita tak mampu mengendalikan emosi kesedihannya. Tapi setelah itu (ketika wanita Makkah tidak lagi histeris menangisi kematian anggota keluarganya), ziarah kubur bagi wanita beliau izinkan. 

Satu lagi kisah seorang wanita tabi'in yang kehilangan suaminya. Ia bersikap pasrah tanpa emosional. Para kerabat suaminya justru yang bertanya cemas. "Apa Anda tidak khawatir atas kematian suami Anda?" Dijawab oleh si wanita, "Bukankah suami saya seorang yang 'tukang makan' bukan 'Pemberi Makan'?" jawabnya tenang, lantaran keyakinannya yang mantap bahwa Allah adalah Penggaransi rezeki yang sebenarnya. 

Dua penggal episod di atas, seyogyanya kita jadikan sebagai ibroh (pelajaran). Bahwa kemantapan iman dan kepahaman akan esensi hidup, membuat seseorang akan bersikap rasional dan proporsional. Akan membuat seseorang menjadi cerdas, peduli, dan cepat mengambil tindakan-tindakan realistis mengatasi berbagai problema hidup. 

Mungkinkah wanita bisa memiliki keteguhan hati dan sikap sebagaimana dimiliki Siti Hajar dan wanita generasi tabi'in itu? Sangat mungkin. Tapi tentunya, ini harus melalui sebuah proses pembinaan yang lama dan berkesinambungan tanpa putus. Karena itu membekali diri mengahadapi segala kemungkinan itu menjadi suatu kemestian dan keniscayaan. 

Bekal-bekal yang seyogyanya disiapkan para wanita antara lain; pertama bekal ruhiyah (spiritual). Dengan cara menjauhkan diri dari hal-hal yang tercela. Kemudian intens membaca Al Qur'an dan menciptakan komunitas yang bernuansa qur'ani. Menjaga malam-malam dengan amalan-amalan shalih. Sebisa mungkin menjauhkan diri dari dominasi emosional yang berlebihan. Selain itu selalu berupaya mensyukuri nikmat dan berpikir tentang masalah umat. 

Kedua, bekal fikriyah (akal dan wawasan), dengan banyak membaca buku-buku Islam, khususnya kisah-kisah ketegaran para shohabiyah, tabi'in, maupun tabi' tabi'in dalam menghadapi cobaan hidup. Tak kalah penting tentunya, mengikuti berbagai peristiwa yang terjadi di dunia Islam, terutama Palestina. Di situ kita akan dapatkan kisah-kisah sejati tentang betapa tegarnya para ibu di Palestina menghadapi kebiadaban dan kedegilan bangsa Yahudi. 

Ketiga, bekal faniyah (keterampilan), dengan cara mempelajari berbagai keterampilan yang cocok dengan kodrat wanita. Entah itu keterampilan manajemen bisnis, bahkan mungkin sampai perintisan ke arah menjadi juragan usaha katering misalnya. Atau keterampilan jurnalistik, mengajar, komputer, perbankan syari'at, sampai ke arah menjadi kepala sekolah atau lembaga pendidikan lainnya. 

Paling tidak, ketiga hal itu perlu menjadi perhatian dan kudu disiapkan seorang wanita. Agar kemampuan spiritual, wawasan, dan keterampilan, menjadi benteng kokoh yang akan memproteksinya dari pikiran, niat, dan perilaku nyeleneh, saat harus menghadapi ujian berat. 

"Hidup bagaikan garis lurus. Ia tak pernah kembali ke masa yang lalu." Begitu pesan Bimbo dalam salah satu lirik lagunya. Hadapilah hidup ini dengan realistis dan penuh keberanian. Bismillah. (sulthoni)

Sumber : Eramuslim,com


 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Sajian Berita Bermutu Anda - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website
Proudly powered by Blogger